5 Orang Mahasiswa KKN Unhas Positif Covid-19 di Jeneponto
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ratusan Mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, melakukan kuliah kerja nyata (KKN) Profesi Kehmsehatab di Kabupaten Jeneponto.
Mahasiswa tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Butta Turatea. KKN ini sudah berlangsung sejak beberapa hari.
Dari ratusan mahasiswa, lima diantaranya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab.
Kasi Survim Dinas Kesehatan Jeneponto, Mappibaung mengatakan, mahasiswa yang positif tersebut berasal dari Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat.
Dia menjelaskan, temuan kasus ini berawal adanya salah satu mahasiswa sedang demam. Ia kemudian berinisiatif untuk memeriksakan diri dan hasilnya positif.
“Rapid antigennya positif corona, anak KKN, satu orang,” ujarnya kepada awak media, Jumat (2/7/2021).
Atas dasar itu, pihaknya kemudian melakukan traking kontak kepada rekan se-poskonya sebanyak 40 orang. Traking kedua, sebanyak 50 orang.
“Terus kita rapid yang lain. Karena sifatnya itu traking kontak itukan setelah ada positif. Setelah kita traking kontak untuk swab antigen, hasilnya negatif semua,” jelasnya.
Dia bilang, dari 50 orang tersebut, empat orang dinyatakan positif. Traking kontak dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan ke masyarakat setempat.
“Makanya kita melakukan PCR, ternyata ada empat yang positif. Makanya kita inisiatif jangan sampai ada penularan di masyarakat kita. Sebagai protapnya ada yang positif. Walaupun ini dari luar wilayah bukan orang Jeneponto asli. Dan tinggalnya di posko itu. Makanya teman poskonya yang termasuk orang yang pernah dia temani kontak, yang empat itu,” ungkapnya.
Ia mengtakan bahwa sejauh ini pihaknya sudah mendantangi beberapa puskesmas untuk mengambil sampel swab.
“Makanya hari ini, kita mengambil sampel di beberapa puskesmas yang ada teman-teman KKN disitu. Kita menunggu hasil,” ucapnya.
Dia mengaku bahwa mereka yang positif tersebut adalah Orang Tanpa Gejala atau OTG. Kata dia, mereka termasuk kluster impor.
“Kalau saya indikasi ini bukan kluster, karena tidak terjadi pada satu tempat. Kluster itu terjadi pada satu tempat yang memang menetap orang di situ. Jadi ceritanya, kasusnya impor. Situasional,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, bahwa 5 orang mahasiswa yang positif tersebut telah di jemput oleh pihak kampus
Cek berita dan artikel yang lain di Google News