Logo Sulselsatu

Nilai Keberlanjutan PT Vale Selaraskan Aspek Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Sabtu, 11 September 2021 13:47

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Nilai keberlanjutan PT Vale berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan PT Vale berkontribusi pada penguatan aspek sosial, pembangunan kompetensi ekonomi lokal, dan konservasi pelestarian lingkungan.

Sebagai perusahaan tambang terbesar di Indonesia dengan kontribusi 5 persen dari produksi nikel dunia, PT Vale dalam kegiatan operasionalnya berkomitmen menyelaraskan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Baca Juga : Tanam Pohon Serentak Demi Ketahanan Pangan, PT Vale IGP Pomalaa Kolaborasi dengan Gubernur Sultra

PT Vale berkomitmen pada kesejahteraan bersama, berbasis kepedulian terhadap manusia dan alam. Sejak hadir beroperasi di Indonesia, PT Vale terus memberikan kontribusi kepada para pemangku kepentingan, di antaranya karyawan dan pekerja kontraktor atau pemasok, serta masyarakat di sekitar wilayah kegiatan termasuk penduduk asli.

Periode pelaporan, PT Vale melanjutkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Pelaksanaan PPM merupakan bentuk investasi sosial yang dilakukan dan memberikan manfaat kepada masyarakat maupun PT Vale sendiri.

PPM menjadi bagian dari pengelolaan dampak negatif kegiatan operasi yang dijalankan PT Vale. Investasi sosial lain yang dijalankan adalah kemitraan dan kontribusi strategis. Bentuk investasi sosial yamg bakal dilakukan disesuaikan dengan hasil pemetaan pemangku kepentingan, serta rencana pembangunan Pemkab Luwu Timur.

Baca Juga : Dua Proyek Smelter HPAL PT Vale Prediksi Rampung 2027, Produksi Nikel Capai 180 Ribu Ton

Tujuan pelaksanaan PPM adalah untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal. Dengan begitu, dapat mendorong kemandirian dan terciptanya pembangunan masyarakat lokal yang berkelanjutan.

CEO PT Vale Indonesia Tbk., Febriany Eddy mengatakan, salah satu prioritas pelaksanaan investasi sosial adalah pemanfaatan batang-batang pohon dari pemindahan vegetasi dalam kegiatan operasi pertambangan. Batang-batang kayu tersebut memiliki nilai ekonomis untuk diolah lebih lanjut.

“Pada periode pelaporan, perseroan melakukan pematangan rencana
kerjasama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) atau kelompok masyarakat lokal sebagai pihak yang akan mengelola batang-batang pohon tersebut,” jelas Febri sapaannya, Sabtu, (11/9/2021).

Baca Juga : Buka Puasa Bersama Media, PT Vale Indonesia Tegaskan Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

Ke depannya, dengan dilaksanakannya pemanfaatan batang-batang pohon tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. PT Vale terus berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat di wilayah operasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kontribusi Kelestarian Lingkungan

Demi menjaga kelestarian lingkungan pascatambang, PT Vale melakukan reklamasi lahan pascatambang yang bertujuan memperbaiki ekosistem lahan dan sebagai kepatuhan hukum. PT Vale berkomitmen membatasi luas lahan terbuka untuk kegiatan pertambangan, dan melaksanakan pengelolaan keanekaragaman hayati di wilayah operasi operasi.

Baca Juga : Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal, PT Vale dan Alkhairaat Peletakan Batu Pertama Welding Academy

Selain itu, PT Vale juga melakukan kegiatan rehabilitasi lahan dan penghutanan lintas batas, di luar area operasi pertambangan. Dengan dukungan sumber daya dana reklamasi pascatambang tahun 2020 sebesar AS$4.169.683 dan pusat pembibitan, PT Vale merealisasikan lahan reklamasi pascatambang seluas 176,24 ha, dengan luas kumulatif 3.021,44 ha.

“Kami berinisiatif meningkatkan komposisi pohon perintis lokal hingga 40 persen pada kegiatan revegetasi. Pelaksanaan kegiatan reklamasi pascatambang menjadi tanggung jawab fungsi environment and energy dan dievaluasi direksi melalui mekanisme penilaian pelaporan berkala kepada pihak-pihak berwenang,” ujarnya.

PT Vale berkomitmen menjalankan rencana manajemen terkait keanekaragaman hayati, mencakup seluruh wilayah operasi pertambangan di Blok Sorowako. Mendukung reklamasi pascatambang, PT Vale memiliki fasilitas pembibitan pohon (nursery) dengan kapasitas produksi per tahun mencapai 700.000 bibit berbagai jenis.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama Media di Palu, PT Vale Perkuat Kolaborasi untuk Keberlanjutan

Kepatuhan dalam menjaga kelestarian lingkungan, terbukti dengan PT Vale mendapatkan PROPER Biru yang menandakan ketaatan pada kepatuhan lingkungan. PROPER Biru menunjukkan upaya PT Vale dalam mengelola lingkungan melalui pelaksanaan sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien, dan pemberdayaan masyarakat.

Di samping itu, PT Vale selama tiga tahun telah melakukan donasi sampah domestik kepada bank sampah yang dikelola masyarakat di Kecamatan Nuha. Selain penerapan dari Program 3R (reduce, reuse & recycle), donasi sampah merupakan pelaksanaan program investasi sosial. PT Vale mendapatkan manfaat dari pengelolaan sampah domestik di area konsesi sehingga tidak mencemari lingkungan.

Menuju Karbon Netral

PT Vale berkomitmen mengendalikan emisi gas rumah kaca (GRK), dengan menurunkan tingkat emisi karbon perusahaan sebesar 33 persen pada tahun 2030, dan emisi karbon rantai pasok sebesar 15 persen pada tahun 2035. Komitmen tersebut sejalan peta jalan Vale Global untuk menerapkan karbon netral pada tahun 2050.

Realisasi penurunan emisi GRK yang telah dilakukan PT Vale hingga akhir tahun 2020, adalah pengoperasian PLTA. Operasional PLTA menghindari tambahan emisi karbon scope 1, sebesar 1.118.231 ton CO2 eq per tahun jika listrik dibangkitkan menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), serta sebesar 2.292.375 ton CO2 eq per tahun jika listrik dibangkitkan menggunakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara.

“Secara bertahap, PT Vale juga berupaya menekan emisi GRK dari kegiatan rantai pasok, yang termasuk scope 3. Strategi yang dijalankan adalah dengan mendorong pemasok maupun pelanggan, pada komitmen bersama mengurangi emisi karbon dari setiap kegiatan yang dijalankan,” katanya.

Dukungan pada kebijakan Vale Global untuk menuju transisi ekonomi rendah karbon, pada periode pelaporan, PT Vale memperluas kegiatan penghijauan lintas batas. PT Vale tidak hanya melakukan penghijauan di Blok Sorowako yang merupakan area operasi pertambangan, tapi juga di tempat lain. Realisasi kegiatan rehabilitasi lahan dan penghutanan lintas batas dilaksanakan sepanjang tahun 2020.

PT Vale berkomitmen menjadi produsen nikel berbasis energi bersih. Untuk itu, PT Vale menghadirkan 3 PLTA yang mampu meniadakan emisi karbon sebesar 1.096.705 ton CO2eq per tahun dari tidak menggunakan batubara sebagai bahan bakar.

PT Vale mengoperasikan boiler listrik yang nol emisi untuk kebutuhan pabrik pengolahan. Sebelumnya boiler tersebut menggunakan bahan bakar fosil.

Membangun Kawasan Pedesaan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Lokal

PT Vale berkomitmen memberdayakan masyarakat di wilayah operasi dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Pada periode pelaporan perusahaan ini, komitmen diwujudkan dengan dukungan dana sebesar AS$4.141.694, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Selain melanjutkan program pemberdayaan, pada tahun 2020, PT Vale berinisiatif memberikan bantuan pengendalian pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

“Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat menjadi tanggung jawab fungsi social development program pada external relations & corporate affairs department. Evaluasi dilakukan oleh direksi PT Vale melalui mekanisme penilaian laporan berkala dan pencapaian key performance indicators” terangnya.

Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) yang dilakukan PT Vale bertujuan mendorong pengembangan kawasan perdesaan yang mandiri dan berdaya saing. Pada tahun 2020, PT Vale memberikan dukungan pembiayaan program di Blok Sorowako sebesar AS$1.311.594 melalui kegiatan pendampingan, pengembangan kapasitas pelaku Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).

Realisasi program tersebut antara lain pembentukan Kawasan Pertanian Terpadu Kecamatan Towuti yang merupakan contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Sulsel, dan pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) sejak 2015, PT Vale membina dan mendampingi petani dan kelompok perempuan di area pemberdayaan untuk mampu dan aktif membudidayakan pertanian organik dan herbal.

PT Vale juga melakukan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 meliputi empat wilayah pemberdayaan PT Vale di Blok Sorowako. UMKM binaan adalah UMKM yang mengalami penurunan omset sangat drastis dan di antaranya tidak berproduksi sementara.

PT Vale telah membimbing dan melakukan asistensi kepada 400 UMKM di empat wilayah pemberdayaan di Blok Sorowako. Aktivitas tersebut menghasilkan 100 produk unggulan UMKM dan 30 produk telah menembus pasar di Sulawesi.

Di tahun 2020, terdapat 24 UMKM telah mengubah kemasan produk agar lebih menarik minat konsumen, serta memberikan fasiltas akses pasar bagi produk-produk UMKM binaan. Melalui Galeri UMKM di Kecamatan Nuha, dibangun PT Vale sebagai salah satu sarana agar masyarakat lokal maupun pendatang dapat mengenal dan menikmati hasil produksi olahan komoditi lokal Kabupaten Luwu Timur.

Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

PT Vale mempertahankan pertumbuhan melalui kinerja ekonomi yang positif demi keberlanjutan operasi dan usaha. Selama periode pelaporan, perusahaan ini menerapkan kebijakan penghematan biaya, guna menjaga daya saing. Meski dihadapkan pada dampak pandemi Covid-19, PT Vale mengoptimalkan sumber daya cadangan bijih nikel, karyawan dan fasilitas produksi untuk menghasilkan 72.237 MT nikel dalam matte atau 98,95 persen dari target.

Berbagai langkah yang dilakukan menjadikan PT Vale mampu mengendalikan pandemi Covid-19 di wilayah operasi pertambangan, fasilitas produksi, serta kantor pusat. Sampai dengan akhir tahun, ada 1.324 karyawan dan pekerja kontraktor yang dinyatakan positif Covid-19 atau 15,18 persen dari total pekerja di perusahaan, namun tidak ada yang meninggal dunia.

Keberhasilan PT Vale mengendalikan pandemi Covid-19 menjadikan perusahaan tidak melakukan penghentian kegiatan operasi pertambangan dan produksi. Untuk memastikan kesehatan karyawan maupun pekerja kontraktor, perusahaan ini juga melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) berkala di RS INCO. PT Vale juga melakukan promosi kesehatan kepada karyawan maupun pekerja kontraktor.

“Kami menyadari situasi penuh tantangan akan masih terus dihadapi dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun 2020, PT Vale telah merumuskan prioritas strategis dengan lima pilar yakni kesehatan, keselamatan dan risiko, sumber daya manusia, keberlanjutan, pemeliharaan dan pertumbuhan. Prioritas strategis dijalankan mulai tahun 2020 hingga 3-5 tahun ke depan,” pungkas Febry.

Prioritas strategis tujuannya adalah menancapkan pondasi yang kokoh untuk dicapai di 2030 dan 2050, yang bermuara pada PT Vale yang lebih aman, andal, kompetitif, berkelanjutan, dan dicintai masyarakat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Sri Wahyudi Astuti
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel03 April 2025 23:26
Bupati Syahar Kenalkan Wisata Sungai Lampiring Sidrap, Ajak Warga Menikmati Kuliner di Atas Air
SULSELSATU.com, SIDRAP – Memanfaatkan momen libur Idul Fitri 1446 Hijriah, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengunjungi salah satu destinasi wisata...
Sulsel03 April 2025 21:37
Hadiri Halal Bihalal SMA Negeri 1, Wali Kota Parepare Tasming Hamid Ajak Alumni Bersinergi Membangun Kota
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri acara Halal Bihalal SMA Negeri 1 (Smansa) Parepare yang digelar di Audi...
Berita Utama03 April 2025 21:11
Si Jago Merah Lahap Rumah Warga 71 Tahun di Barrang Lompo
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, pada Kamis (3/04/2...
Makassar03 April 2025 20:54
Cegah Genangan dan Banjir Satgas Drainase Makassar Bersihkan Saluran di Jl Gunung Bawakaraeng
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Satuan Tugas Drainase (PARITTA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar bergerak cepat membersihkan sampah dan ...