SULSELSATU.com, MAKASSAR – Telkom Regional 7 menatap potensi pengembangan pasar pengguna yang besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Telkom Regional 7 melihat kawasan baru sebagai peluang untuk Telkom hadir mendominasi penggunaan internet di masyarakat.
Sejumlah daerah yang menjadi sasaran market Telkom Regional 7 di KTI adalah kawasan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Di antaranya kawasan pertambangan nikel seperti di Morowali, Konawe, Likupang, dan Bantaeng.
Deputi Eksekutif VP Marketing Telkom Regional 7 Muhammad Nasrun Ihsan mengatakan, pusat pertumbuhan wilayah terutama ada di Papua, Papua Barat menjadi sasaran pasar bagi Telkom. Kemudian, Telkom juga akan mendorong penggunaan IndiHome di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Baca Juga : Telkomsel Fokus Perkuat Bisnis Broadband TelkomGroup, Mudahkan Masyarakat Akses Beragam Layanan Digital
“Banyak daerah otonom baru bermunculan, seperti ada beberapa provinsi baru yaitu Papua Barat Daya, dan Papua Barat. Lalu, di Sulsel tumbuh kawasan tambang nikel,” bebernya kepada media, Selasa, (21/2/2023).
Lebih lanjut, Nasrun menjelaskan, pihaknya selalu melihat apa saja perkembangan yang terjadi di masyarakat. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk melihat daerah yang nantinya akan berkembang, kemudian diprioritaskan untuk selanjutnya dapat menguasai market penggunaan internet.
Selama 2022, pertumbuhan pendapatan Telkom Regional 7 tertinggi secara nasional. Pengguna kurang lebih hingga 847.000 pelanggan IndiHome. Pelanggan Telkom Regional 7 didominasi pada kategori pebisnis, perusahaan kecil dan menengah, serta pemerintahan.
Baca Juga : Telkom Catat Kinerja Positif Triwulan Pertama 2023 dengan Laba Bersih Rp6,4 Triliun
“Secara grup, pertumbuhan Telkom Regional 7 tertinggi sebesar 8,5 persen. Kemudian melihat perkembangan bisnis di KTI sudah semakin banyak dan kami tertantang pada 2023 ini dan menaikkan target menjadi 10,3 persen pendapatan,” ujarnya.
Telkom Regional 7 bahkan mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata. “Khususnya ada program desa wisata seperti itu seperti di Toraja itu akan didukung dari sisi akses internetnya,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
Komentar