SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa Amir Uskara-Irmawati (Aurama’) menciduk dugaan politik uang pada masa tenang Pilkada Serentak 2024.
Dugaan praktik politik uang tersebut diungkap tim hukum Aurama’ di SMP Negeri 1 Sungguminasa, Jalan Habibu Kulle, Gowa, pada Minggu (24/11/2024). Mereka tidak sendiri, penindakan ini melibatkan panwaslu kecamatan Somba Opu.
Potongan video aksi penggerebekan dugaan politik uang di SMP Negeri 1 Gowa beredar luas di Whatsapp Grup.
Baca Juga : Tak Gugat ke MK, Aurama’ Terima Hasil Pilkada Gowa
Dalam beberapa potongan video, terlihat Ketua Tim Hukum Aurama’ Andi Hakim menciduk orangtua murid diduga telah bertransaksi. Ia sempat menayakan kepada orangtua siapa yang menyerahkan amplop berisi duit tersebut.
“Siapa namanya yang kasih ki?” kata Andi Hakim menayakan siapa pemberi amplop berisi uang tersebut kepada orangtua murid. Ia menyebut nama “Ibu Risna.”
Andi Hakim lantas meminta orangtua murid yang memakai jilbab untuk menunjuk meja guru yang dimaksud. Namun, ia mengaku lupa.
Baca Juga : Amir Uskara Minta Pendukung Tetap Tenang dan Kawal Proses Rekapitulasi
Dalam potongan video itu juga terlihat, Andi Hakim bersama beberapa tim hukum Aurama’ memegang amplop bersama uang pecahan Rp100 ribu diduga barang bukti politik uang.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Andi Hakim menyebut, dugaan praktik politik uang di SMP 1 Sungguminasa dilakukan secara sistematis. Modusnya, guru memanggil orangtua murid ke sekolah tersebut.
Saat orangtua murid tiba berada di SMPN di hari libur ini, mereka diarahkan ke ruang guru. Di sanalah dugaan transaksi terjadi.
Baca Juga : Saksi Aurama’ Bakal Live Medsos di TPS Antisipasi Kecurangan
“Guru-guru memanggil orangtua siswa ke ruang sekolah dan mengarahkan mereka untuk memilih pasangan calon tertentu. Ini sungguh melukai hati rakyat Gowa, yang selama ini dikenal sebagai kabupaten pendidikan,” kata Andi Hakim.
Dalam dua hari terakhir, Tim Hukum Aurama’ mengaku telah menerima puluhan aduan terkait praktik politik uang yang melibatkan insan pendidikan di berbagai wilayah Gowa.
“Laporan tersebut menunjukkan bahwa modus ini hampir merata di seluruh wilayah kabupaten,” kata Andi Hakim.
Baca Juga : Amir Uskara Pilih Santai Hadapi Masa Tenang Bersama Koleganya di TSM
Mereka juga menegaskan pentingnya pengawasan lebih ketat dari Bawaslu Gowa, terutama pada masa tenang.
“Ini adalah ujian demokrasi. Kami mendesak Bawaslu untuk memaksimalkan pengawasan dan penindakannya agar tidak ada lagi pelanggaran seperti ini,” ucapnya.
Sementara itu, anggota tim hukum Aurama’ Ridwan Basri menyebut dugaan politik uang tersebut menggambarkan praktik culas dalam berdemokrasi di Gowa.
Baca Juga : Tim Hukum Aurama’ Perkarakan Kakak Husniah Talenrang Hingga Anak Buah Presiden
“Hari ini kita kembali dipertontonkan cara-cara berdemokrasi yang culas. Satuan pendidikan kita, yang seharusnya menjadi tempat mendidik generasi penerus bangsa, justru digunakan sebagai sarana politik,” ujar Ridwan Basri.
Tim Hukum Aurama’, Bawaslu telah turun langsung ke lokasi dan akan mengambil langkah-langkah sesuai prosedur untuk memastikan keadilan dalam proses demokrasi di Kabupaten Gowa.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
Komentar