SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta agar program ini benar-benar dinikmati oleh warga yang membutuhkan, bukan oleh mereka yang mampu secara ekonomi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemkot Makassar bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk memastikan bantuan ini bisa menjangkau kelompok rentan yang paling terdampak oleh lonjakan harga bahan pokok.
“Paling penting yang menerima ini adalah orang tidak mampu, jangan tidak tepat sasaran, makanya minta datanya dari kecamatan,” tegas Munafri saat meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di kecamatan Manggala dan KecamatanRappocini, Kamis (20/3/2025).
Selain itu, Munafri juga meminta Dinas Perdagangan sebagai leading sector untuk membuka jalur pengaduan agar masyarakat dapat melaporkan jika ada indikasi penyalahgunaan.
Munafri menegaskan bahwa program ini harus dijalankan dengan pengawasan ketat agar tidak ada pihak yang berusaha mengambil keuntungan dari subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.
“Saya minta Kadis buka juga aduan, jangan sampai ada orang yang tidak berhak malah ikut belanja di sini. Kalau ada yang seperti ini biasanya ada orang yang mau coba main-main. Makanya harus selektif, buka aduan, kalau ada aduan, diproses,” tegasnya.
Pelaksanaan pasar murah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar dalam mengendalikan inflasi serta menjaga ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Warga yang membeli paket sembako melalui transaksi digital menggunakan QRIS juga mendapat potongan harga tambahan sebesar Rp10.000 sebagai subsidi dari Bank Indonesia.
“Bayar pakai QRIS dapat lagi potongan Rp10 ribu, subsidi dari BI. Artinya kesempatan ini harus dipergunakan dengan baik, dan inilah yang dicoba oleh Pemkot untuk bisa benar-benar mengintervensi daya beli masyarakat,” jelas Munafri.
Diketahui, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan menggelar pasar murah di tujuh kecamatan pada 20-21 Maret 2025.
Pasar murah ini menawarkan paket sembako dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar. Paket sembako yang seharusnya bernilai sekitar Rp150.000, dijual hanya seharga Rp60.000.
Adapun paket sembako yang disediakan terdiri dari atas premium 5 kilogram, 1 liter minyak goreng premium, gula pasir premium, dan kental manis premium. Seluruhnya merupakan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
Komentar