Oleh: Athirah Nur
Seniman/Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Hasanuddin Makassar
SULSELSATU.com, – pertunjukan teater di Pondok Pesantren Modern Al-Fityan Gowa, membuat saya kembali ke masa-masa saat memondok di pesantren menjadi seorang santri, masa yang diselimuti dengan rasa keraguan dan ketakutan. Pertunjukan teater Ceritalah! yang ditulis oleh Nurul Inayah dan disutradarai oleh Sukarno Hatta, mengangkat cerita santriwan dan santriwati yang mengalami perundungan di pondok pesantren dan tidak memiliki tempat untuk bercerita. Pertunjukan menjadi pembawa pesan yang sangat penting dan relevan dengan kehidupan di pondok pesantren saat ini.
Perundungan adalah masalah yang serius sebab dapat menyebabkan trauma yang mendalam bagi korban. Melalui pertunjukan teater ini, penulis dan sutradara ingin meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menghentikan perundungan dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua santri. Pertunjukan teater Ceritalah! mengampanyekan anti perundungan yang terjadi di dalam pondok pesantren dan dapat menjadi katalisator untuk memulai perubahan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua santri dan semua orang yang pernah merasakan keraguan dan ketakutan.
Selain itu pertunjukan ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berbicara tentang pengalaman mereka dan mencari dukungan saat mereka menjadi korban perundungan. Mengampanyekan anti perundungan di dalam pondok pesantren adalah sebuah langkah yang sangat penting dan positif. Pertunjukan teater seperti ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan empati di kalangan masyarakat, terutama di kalangan santri dan pengelola pesantren.
Pertunjukan teater tersebut berhasil menciptakan atmosfer yang sangat autentik dan imersif, membuat saya sebagai penonton merasa seperti berada di dalam pondok pesantren. Pertunjukan menggabungkan elemen-elemen seperti tilawah ayat suci Al-qur’an oleh salah satu santri pilihan pondok pesantren yang juga merupakan bentuk kolaborasi terhadap pertunjukan ini. Selain itu ceramah ustaz yang dilakoni oleh aktor yang tangkas dalam menyampaikan isi ceramah juga merupakan pilihan yang sangat tepat. Pertunjukan tersebut berhasil menciptakan kesan yang sangat kuat dan menyentuh. Hal ini membuat pertunjukan tersebut terasa sangat realistis dan membuat saya sebagai penonton merasa seperti sedang mengikuti kajian di dalam pondok pesantren.
Pertunjukan Ceritalah! memperlihatkan visual beberapa kasus perundungan yang didapatkan dari beragam berita, alhasil pertunjukan berhasil membuat penonton merasa gelisah dan khawatir disuguhkan fakta-fakta tersebut. Dua aktor yang berperan sebagai ustaz dan ustazah berdiskusi tentang perundungan di pondok pesantren yang belakangan ini jadi topik pembicaraan dan sering terjadi kepada beberapa santriwan atau santriwati. Namun, dengan menawarkan solusi berupa “ruang cerita” untuk santri, pertunjukan tersebut juga memberikan harapan dan optimisme bahwa masalah perundungan dapat diatasi dengan cara yang konstruktif dan positif. Ruang cerita tersebut tampaknya merupakan sebuah konsep yang sangat baik, karena memberikan santri ruang aman dan nyaman untuk bercerita dan mengeluarkan keluh kesahnya. Dengan demikian, santri dapat merasa didengar dan dipahami, serta dapat menerima bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan.
Adegan-adegan yang dirangkai sangat menyentuh dan emosional, membuat saya sebagai penonton merasa turut merasakan kesedihan dan kekesalan yang dialami oleh santriwan dan santriwati yang menjadi korban perundungan. Adegan-adegan tersebut berhasil menyampaikan pesan bahwa perundungan tidak hanya menyakitkan bagi korban, tetapi juga dapat memiliki dampak yang sangat besar pada mental dan emosi mereka.
Pernyataan bahwa para perundung merasa bahwa mereka melakukan hal tersebut sebagai cara untuk mengakrabkan diri ke santri lain sangatlah menarik. Ini menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak menyadari bahwa tindakan mereka dapat menyebabkan kesakitan dan ketidaknyamanan bagi orang lain. Pertunjukan teater tersebut berhasil mengangkat kesadaran tentang pentingnya memahami dan menghargai batasan dan perasaan orang lain, serta tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.
Pertunjukan teater “Ceritalah!” memang sangat berhasil dalam membawa penonton ikut serta dalam cerita. Kombinasi tepat dari aktor yang berhasil membawakan dua peran, visual, musik, riasan, busana, penataan panggung, dan cahaya menciptakan pengalaman yang sangat imersif dan menyentuh. Kemasan yang unik dan klasik membuat pertunjukan ini terasa sangat spesial dan berkesan. Terlihat jelas kerja penyutradaraan yang memilih elemen-elemen yang tepat sehingga pertunjukan ini mampu menciptakan atmosfer yang sangat kuat dan menyentuh, sehingga penonton dapat merasakan emosi dan kesan yang sangat dalam.
Pertunjukan teater “Ceritalah!” juga berhasil menunjukkan bahwa teater dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan dan cerita yang penting, serta untuk menciptakan pengalaman yang sangat berkesan bagi penonton. Pertunjukan ini tidak hanya hadir sebagai sebuah karya seni tetapi juga mampu menjadi bentuk kampanye anti perundungan dan semakin mendekatkan kesenian dengan penonton yang beragam.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
Komentar